Karyawan Nilai Pimpinan PT CMMN Tetapkan Sistem Feodal

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

CYBER

Karyawan Nilai Pimpinan PT CMMN Tetapkan Sistem Feodal

Menit Pertama
Senin, 27 Mei 2019

IBC, LANGSA – Direktur PT Cut Mutia Medica Nusantara (CMMN) dan Kepala Rumah Sakit Cut Mutia (RSCM) Langsa dinilai telah menerapkan sistem feodal zaman milenial dalam memimpin di perusahaan tersebut.

“Nepotisme dan monopoli yang dipakai dan diterapkan pemimpin perusahaan ini. Bagaimana kami dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan baik bila seperti ini sistemnya?” ungkap salah seorang karyawan PT CMMN yang enggan disebutkan namanya kepada Indonesia Berita di Lamgsa, Sabtu (25/5/2019) kemarin.

Ia menjelaskan, para tenaga medis dituntut bekerja maksimal untuk menjadikan rumah sakit tersebut yang lebih baik. Namun pihak manajemen tidak melakukan pemotongan uang lembur karyawan, bahkan ada karyawan yang tidak memiliki hubungan dekat dengan pimpinan, uang lemburnya dipotong habis.

“Untuk uang lembur karyawan berbeda, yang ada hubungan dekat dengan pimpinan akan mendapatkan upah lembur besar. Sedangkan yang tidak disukai pimpinan upah lemburnya kecil, bahkan ada yang di potong habis.” bebernya.

Dirinya mengungkapkan bagaimana tidak PT CMMN mengalami kerugian 5,6 milyar.

“Bagaimana tidak PT CMMN mengalami kerugian 5,6 milyar, karena direktur perusahaan ini hanya memikirkan keuntungan pribadinya.” ungkapnya.

Selanjutnya ia juga membeberkan tentang segala pengerjaan proyek pembangunan di RSCM yang semestinya dikerjakan oleh pihak vendor, baik proyek penunjukan langsung (PL) maupun tender.

“Setiap ada SPK di rumah sakit ini dikerjakan oleh Dedi yang merupakan karyawan PT CMMN pindah dari Kantor Pusat PTPN I dan sang direktur sebagai pimpro nya. Bak kata-pepatah di dalam toko buka toko.” beber narasumber yang sudah puluhan tahun bekerja di RSCM tersebut.

Lebih lanjut karyawan itu menimpali selama kerja, baru kali ini memiliki pimpinan yang dzolimi karyawannya.

“Selama kami kerja, baru kali ini memiliki pimpinan yang dzolimi karyawannya. Dan anehnya lagi, sejak direktur ini pihak SPI belum melakukan audit. Karena itu kami memohon kepada Dewan Komisaris untuk memperhatikan permasalahan karyawan.” timpalnya.

Sementara itu, saat redakasi Indonesia Berita menghubungi Direktur PT CMMN, T. Barosa melalui telepon selular untuk meminta hak jawabnya, namun direktur perusahaan tersebut tidak mengangkat teleponnya. Bahkan pesan singkat yang dikirimkan melalui whatsapp tidak dijawab hingga berita ini ditayangkan.

Penulis : Iqbal

Editor : YES

Via Indonesia Berita http://bit.ly/2YMTX5H