Meluruskan Kesalahpahaman, Polri Terima Audiensi Dompet Dhuafa Usai Kericuhan di Bawaslu

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

CYBER

Meluruskan Kesalahpahaman, Polri Terima Audiensi Dompet Dhuafa Usai Kericuhan di Bawaslu

Menit Pertama
Senin, 27 Mei 2019

IBC, JAKARTA – Dompet Dhuafa pada hari Jumat 24/05/2019) yang lalu, melakukan audiensi bersama Polri untuk bersilaturahmi dan meluruskan kesalahpahaman akibat insiden represif yang menimpa petugas medis Dompet Dhuafa yang tengah bertugas oleh oknum aparat keamanan pada 22 Mei 2019 lalu.

Dompet Dhuafa yang dihadiri oleh Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantrofi, drg. Imam Rulyawan, MARS, dan juga Direktur Program Dompet Dhuafa Filantrofi, Bambang Suherman, bertemu dengan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di kantor Divisi Humas Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan.

“Kami menyambut baik kedatangan tim Dompet Dhuafa. Mengacu pada kejadian ini, maka polri menganggap perlu untuk membuat panduan kepada internal tim serta komunikasi yang menyeluruh kedua belah pihak terkait personil pertugas kemanusiaan, atribut, perlengkapan penunjang aktivitas kemanusiaan sebagai bentuk pencegahan/mitigasi agar kejadian serupa seperti ini tidak terulang,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen. Pol. Dedi Prasetyo di Trunojoyo Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut ia menyampaikan, jika perlu pihak polri juga akan memberikan perlindungan atau pengamanan terhadap tim kemanusiaan yang bertugas di wilayah konflik atau kebencanaan. Hal ini diperlukan mengingat situasi dan kondisi di lapangan yang sangat dinamis.

Dompet Dhuafa berkomitmen dalam melakukan upaya komunikasi dan sinergi yang baik dengan pihak Polri.

Pada pertemuan tersebut, Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantrofi, drg. Imam Rulyawan MARS, mengapresiasi komitmen serta solusi yang disampaikan oleh Polri serta berharap kejadian ini tidak terulang kembali.

“Kami mengapresiasi solusi yang diberikan oleh polri sehingga tim kemanusiaan dari lembaga lembaga kemanusiaan memiliki keleluasaan dalam menjalankan tugasnya. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Dompet Dhuafa yang melakukan pelayanan, pemberdayaan, dan pembelaan untuk masyarakat dunia,” kata drg. Imam Rulyawan MARS.

Sebelumnya seperti diketahui bahwa petugas Dompet Dhuafa dan kendaraan operasional Dompet Dhuafa diduga menjadi korban kesalahpahaman petugas Kepolisian di lapangan pada saat terjadi kericuhan oleh perusuh.

Editor : DR

Via Indonesia Berita http://bit.ly/2YMTX5H