Tolak Petani Disebut Manja, PMII Bone "Labrak" Dinas PTPHP

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

CYBER

Tolak Petani Disebut Manja, PMII Bone "Labrak" Dinas PTPHP

Menit Pertama
Kamis, 30 Mei 2019
Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi PMII mengecam komentar oknum pegawai PTPHP yang menyebut petani terlalu dimanja.

INSTINGJURNALIS.Com--
Puluhan mahasiswa  yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII) Cabang Bone menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone, Jl.Sultan Hasanuddin Kelurahan Manurungnge, Kecamatan Tanete Riattang, pada Rabu (29/5/2019).

Serangkaian tuntutan aktivis tersebut dilontarkan langsung dihadapan Kepala Dinas Pertanian Ir.H.Sunardi Nurdin M.Si yang menerima langsung seruan aspirasi Mahasiswa tersebut.

Amiruddin selaku Kordinator Aksi PMII Cabang Bone itu  mengungkapkan tujuan dari aksi tersebut untuk mempertanyakan kinerja dan mengecam kata "Manja" yang dilontarkan oleh oknum Kasi Pupuk Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bone, Darman.

"Kami merasa sakit hati,  ketika petani yang notabenenya orang tua kami dikatakan terlalu manja, padahal yang mereka keluhkan memang haknya maka dari itu kami meminta Kepala Dinas Pertanian meminta maaf kepada segenap masyarakat petani se-Kab.Bone atas pernyataan tersebut, mengevaluasi semua penyuluh pertanian untuk bekerja sebaik baiknya,  dan juga memverifikasi ulang,  mengontrol semua distributor pupuk di kab Bone, agar tidak terjadi lagi hal hal seperti ini" Terang Amiruddin Korlap aksi itu.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone Ir.H.Sunardi Nurdin M.Si yang menerima tuntutan aspirasi mahasiswa itu, menerima dengan baik dan berjanji akan menindajlanjuti hal tersebut bila memang terjadi.

"Soal ada anggota kami bilang petani itu manja adalah soal petani yang selalu minta bantuan terus, bila memang dipermasalahkan kami minta maaf mungkin dia hilaf,  dan apabila dilapangan terbukti hal hal tersebut seperti distributor berlaku curang silahkn laporakan kepolisian ada prosedurnya" kuncinya.

Sunardi juga menyatakan pihaknya juga akan melakukan evaluasi kinerja Penyuluh agar bisa bekerja lebih baik lagi.
"Soal penyuluh di tingkat kecamatan dan desa kami akan evaluasi" kuncinya.

(Zulkifly) Via INSTINGJURNALIS.COM http://bit.ly/2GJycwP